Rumah besar keluarga Pradipta yang biasanya tenang mendadak terasa berbeda sejak kepulangan Erika. Suasana ruang tamu dipenuhi rasa canggung yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Semua mata tertuju pada satu sosok kecil yang duduk manis di sofa, menggoyangkan kaki pendeknya sambil memeluk boneka kelinci lusuh. Alea. Anak perempuan berusia empat tahun itu menatap sekeliling dengan mata bulat penuh rasa ingin tahu. Wajahnya cantik. Terlalu cantik. Dan entah mengapa… ada sesuatu yang terasa familiar bagi keluarga itu, meskipun mereka belum mampu menyebutkan apa. Ibunya Erika, Bu Ratna, menatap cucu yang tiba-tiba hadir dalam hidupnya dengan kebingungan yang sulit disembunyikan. “Ale… siapa namanya tadi?” tanyanya perlahan. “Alea,” jawab Erika singkat. Alea langsung tersenyum

