Erika 27

894 Words

Malam berlalu tanpa benar-benar memberi Erika kesempatan untuk beristirahat. Ia berbaring di samping Alea, menatap langit-langit kamar yang terasa asing sekaligus akrab. Rumah orang tuanya dulu selalu menjadi tempat ternyaman, tetapi kini justru menghadirkan kegelisahan baru. Setiap detik pikirannya dipenuhi satu pertanyaan. Haruskah Dewa tahu? Erika membalikkan tubuhnya, menatap wajah Alea yang tertidur damai. Anak itu sama sekali tidak tahu bahwa hidupnya sedang berada di persimpangan besar. Jari Erika menyentuh pipi putrinya perlahan. “Ayah kamu…” bisiknya lirih, “ada sangat dekat sekarang.” Dada Erika menghangat sekaligus perih. Selama empat tahun, ia membesarkan Alea sendirian. Ia belajar menjadi ibu sekaligus ayah. Ia menguatkan diri setiap kali Alea bertanya tentang sosok ay

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD