Salju turun perlahan di luar jendela apartemen. Putih. Tenang. Sunyi. Erika duduk di tepi ranjang dengan kedua tangan masih menggenggam hasil pemeriksaan dokter. Kertas kecil itu terasa begitu ringan, tetapi beratnya seperti mengubah seluruh hidupnya. Pregnant. Hamil. Kata itu masih terasa asing di kepalanya. Ia mengulanginya berkali-kali dalam hati seolah mencoba memastikan bahwa semua ini nyata. Rosa berdiri di depannya, masih menatap Erika dengan ekspresi tidak percaya sekaligus haru. “Kamu… benar-benar hamil?” tanya Rosa pelan. Erika mengangguk perlahan. Matanya berkaca-kaca. “Iya… aku hamil, Rosa.” Suasana hening beberapa detik. Lalu Rosa duduk di sampingnya, meraih tangan Erika. “Kamu bahagia?” Pertanyaan itu sederhana… tapi justru sulit dijawab. Erika tersenyum kecil

