Udara musim semi di Belanda terasa berbeda bagi Erika. Dingin… namun menenangkan. Tidak seperti dingin yang menusuk, melainkan dingin yang membuat seseorang ingin menarik napas panjang dan memulai ulang hidupnya. Pagi itu Erika berdiri di depan jendela apartemen kecil yang kini menjadi tempat tinggal barunya. Deretan bangunan bata khas Eropa berjajar rapi di sepanjang kanal. Sepeda-sepeda melintas perlahan, orang-orang berjalan santai membawa kopi hangat, dan langit biru pucat memantulkan cahaya lembut ke dalam ruangan. Untuk pertama kalinya sejak pergi dari Indonesia… dadanya terasa ringan. Bukan karena luka sudah hilang. Tapi karena ia akhirnya memiliki ruang untuk bernapas. — Erika tinggal bersama Rosa. Seorang wanita Indonesia-Belanda berusia hampir empat puluh tahun yang mas

