Erika 17

2564 Words

Kondisi Erika berkembang jauh lebih cepat dari perkiraan dokter. Awalnya semua orang hanya berharap ia stabil. Tidak drop lagi sudah cukup menjadi kabar baik. Namun hari demi hari berlalu, warna pucat di wajahnya mulai tergantikan semburat sehat. Nafasnya lebih teratur, detak jantungnya stabil, bahkan ia sudah mampu duduk lebih lama tanpa merasa sesak. Dokter sampai tersenyum heran saat memeriksa hasil laboratorium pagi itu. “Perkembangannya bagus sekali. Biasanya pasien dengan kondisi seperti ini butuh waktu lebih lama.” Titan mengusap d**a lega. Bagas berkali-kali mengucap syukur. Oma bahkan hampir menangis karena terlalu bahagia. Dan Dewa… Dewa hanya berdiri di samping tempat tidur, menatap Erika seolah melihat keajaiban kecil yang kembali diberikan kepadanya. Erika tersenyum ket

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD