Kalila tak ingin berpikir jauh tentang hukuman macam apa yang akan Damar berikan padanya. Apa pun itu, Kalila akan menerimanya. Lagi pula, katanya, hukuman yang dimaksud itu tidak bisa dikatakan sebagai hukuman. Melainkan suatu kewajiban yang harus diberikan seorang istri kepada suami. Ya apa pun itu, terserah Damar saja lah, pikirnya yang sudah merasa jemu. Sementara Damar mandi, Kalila mempersiapkan pakaian sang suami. Ia lipat begitu rupa di atas ranjang. Kemudian, gadis itu beralih membereskan seragam kerja Damar yang berserakan di lantai. Mendengus Kalila menyadari hal itu. Apabila jika dilihat sekilas, seolah sudah terjadi sesuatu. Padahal tidak sama sekali. Damar saja yang menggodanya begitu rupa tadi. "Dasar," gumam Kalila mulai membereskan sekelumit kekacauan. Ia taruh semua itu

