Kalila menelan air liurnya dengan susah payah. Baru saja ia shock perkara puluhan panggilan tak terjawab dari Damar. Sekarang, ditambah dengan panggilan video dari sosok yang sama. Padahal, sejenak ia ingin lupa. Inginnya istirahat beberapa saat dan menganggap semua itu tidak ada. Atau berpura-pura tidak tahu itu ada. Namun, apa boleh buat? Dering panggilan itu terus berbunyi. Membuat Kalila mau tidak mau harus segera mengangkat panggilan itu. Kalau tidak ingin memperpanjang perkara. Panggilan di terima. Dan terpampanglah wajah tampan Damar di layar gawai Kalila. Sorot matanya tampak begitu tajam dan tegas. Kalila merasa terintimidasi oleh tatapan itu. Terlebih mengingat kesalahan yang ia perbuat dengan sosok itu. Siap-siap diri saja atas hal apa yang dilakukan sosok itu dalam menagih bay

