Deswita langsung menerima sebuah map dari Jose sesaat setelah ia mendaratkan tubuh di sofa. Siang itu, ia bergegas menuju kantor suaminya karena asisten pribadi Ivan mengabarkan telah mengantongi seluruh informasi mengenai Suci. Daripada sekadar mendengar melalui telepon, Deswita merasa jauh lebih puas jika datang langsung ke Firma Adiningrat. “Jelaskan!” seru Deswita tegas. Ia segera membuka map tersebut dan memindai setiap baris dokumen di dalamnya. “Suci Faradila,” ucap Jose membuka suara dengan profesional. “Usianya dua puluh tiga tahun dan sudah bekerja di kompleks apartemen West Orchid selama empat tahun dua bulan sebagai office girl di tiga tempat yang berbeda. Paling lama–” “Keluarganya!” putus Deswita masih membaca tentang latar pendidikan Suci. Jose menarik napas singkat d

