“Mas,” panggil Suci sambil mengetuk pintu kamar Arif. Ia menunggu sampai pintu terbuka dan menampakkan sosok Arif dengan rambut sedikit berantakan serta wajah khas orang baru bangun tidur. “Maaf, baru bangun ya?” “Sudah dari tadi,” jawab Arif hanya membuka pintu selebar tubuhnya, “tapi aku malas ngapa-ngapain karena libur. Oia, kenapa?” tanyanya melihat penampilan Suci yang terlihat rapi. Gadis itu tidak memakai pakaian rumah, melainkan mengenakan kaos dan celana jeans. “Mau pergi?” Suci mengangguk. “Aku izin keluar sama Sahli, mau lihat kosan.” “Kosan?” Arif semakin membuka lebar pintunya. Menoleh sejenak ke dalam kamar, untuk melihat jam digital di nakasnya. “Siapa yang mau ngekos? Sahli?” “Sahli sama Hadi.” “Kenapa? Bukannya kalian punya rumah? Sertifikat sudah diambil, kan?” cecar

