26~Bukan Pembantu

1447 Words

“Ayah di bawah,” ujar Arif setelah menerima panggilan dari Ivan. Ia baru selesai memesan nasi uduk melalui aplikasi saat sang ayah meneleponnya. “Bener-bener keterlaluan kamu, ya!” Deswita melirik tajam pada pada putranya. “Bundamu baru semalam nginap di tempatmu, tapi sudah disuruh pulang sepagi ini? Ke mana sopan santun yang selama ini Bunda ajarkan sama kamu? Perempuan ini betul-betul sudah membawa pengaruh buruk!” “Ayah jemput Bunda nanti sore,” ujar Arif meluruskan asumsi Deswita yang tidak bisa berpikir jernih karena adanya Suci. Ia terus berjalan menghampiri Suci yang sedang membereskan peralatan dapur setelah memasak. “Pagi ini Ayah datang karena mau sarapan bareng.” Arif menunduk lalu berbisik di telinga Suci agar Deswita tidak mendengarnya. “Sorry, yang tadi aku refleks biar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD