“Yaaang, aku belum pake dasi.” Perdebatan kecil antara Deswita dan Ivan di ruang tengah, mendadak senyap begitu mendengar teriakan Arif dari arah kamar. Sejurus kemudian, tatapan mereka tertuju pada putra mereka yang berjalan tergesa-gesa melewati ruang tengah menuju dapur, menghampiri Suci yang masih sibuk di sana. Deswita dan Ivan hanya bisa melongo, tidak percaya melihat kelakuan Arif terlihat manja. Untuk masalah memakai dasi saja, putranya itu sampai harus berteriak memanggil Suci dan menghampiri gadis itu. “Masih mau bilang kalau mereka itu lagi akting?” Ivan berujar pelan dan kembali menatap istrinya yang duduk pada sofa yang sama. “Semenjak SMP, anakmu itu sudah nggak pernah lagi mau manja-manja sama kita. Tapi barusan? Mau pasang dasi aja harus nyari istrinya dulu.” Deswita

