Lucas membaca dengan cepat. Tidak ada yang luput. Setiap baris, setiap angka, setiap nama yang tercantum di dalam laporan itu masuk dan diproses oleh otaknya dengan cepat. Namun, Lucas berhenti di halaman ketiga. Matanya kembali ke atas. Membaca ulang satu paragraf. Lalu turun lagi, lebih pelan dari sebelumnya. Map itu ditutup. Lucas meletakkannya di atas meja dengan tenang. Dia menghela napas. “Juno.” “Ya, Boss?” Lucas menyandarkan punggungnya ke kursi. Matanya menatap Juno dengan ekspresi yang tidak biasa. “Lain kali kalau pekerjaan lambat, gaji kamu kupotong.” Juno mengedipkan matanya sekali. “Laporan ini selesai dalam empat puluh delapan jam, Boss.” “Empat puluh delapan jam terlalu lama untuk informasi yang seharusnya sudah ada di mejaku sejak dua hari yang lalu!” Lucas berdir

