Bab 44

1035 Words

“Boss! Kami sudah menemukan dan menangkap perempuan itu,” lapor salah satu pria dengan pakaian serba hitamnya. “Kerja bagus! Kirim dia ke kantor polisi. Pastikan dia mendapatkan hukuman paling berat. Sebulan berlalu dengan cepat. Semua kembali normal. Hanya beberapa hal yang berubah setelah semua kejadian itu. Indira menaburkan kelopak mawar dalam genggamannya ke atas tanah makam yang masih basah itu. Ia menatap foto kecil yang menempel di atas nisannya. “Dia sudah nggak kesakitan lagi,” bisik Lucas di telinga Indira. “Aku nggak nyangka … pertemuan itu, pertemuan terakhirku sama dia.” Indira meletakkan keranjangnya. Ia menatap Lucas dengan mata beningnya yang berkaca-kaca. “Dia mati karena menyelamatkan aku. Bahkan aku nggak sempat berterima kasih sama dia.” Lucas meraih tengkukn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD