“Kamu mau apa?” tanya Indira. Jantungnya berdegup kencang saat wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja. “Aku mau kompensasi darimu.” Indira menatap bibir lelaki itu. Begitu dekat, seolah menawarkan kehangatan saat menyentuh kulitnya. Tapi … pada kenyataannya Sierra sedang hamil. Perempuan itu tidak mungkin akan nekat menemui orang tua Lucas jika itu bukan bayinya. Indira mendorong tubuh Lucas. Ia langsung membuka pintu mobilnya dan keluar. Lucas segera mengikuti langkahnya. “Indy!” Lucas meraih lengan Indira dan menariknya dalam pelukannya. “Aku paham … semua ini sangat membingungkan buat kamu. Aku cuma butuh waktu buat membuktikan, aku dan dia nggak punya hubungan apapun.” “Lucas, aku sudah banyak kehilangan. Papaku, kemudian mamaku. Lalu … Marcel. Dan —” Lucas meleta

