Bab 31

1130 Words

“Gimana Dok,” tanya Regina begitu Rizal keluar dari kamar rawat VVIP itu. “Oma sudah stabil,” sahut dokter muda itu sembari menyimpan kembali stetoskopnya ke dalam saku jas putihnya, “tolong jangan pacu emosinya dulu.” Regina menoleh ke arah Lucas, seolah hendak menyampaikan kalau semua kejadian itu tidak lain karena gara-gara Lucas. “Dan … sekarang, pasien ingin bicara dengan cucu dan cucu menantunya,” lanjut dokter Rizal sebelum Regina sempat menyatakan kekesalannya dalam rangkaian kalimat. Sierra menatap Lucas dengan wajah kebingungan. Ia takut wanita tua yang dihormati oleh Lucas, bukan hanya menolak kehadirannya, melainkan seandainya penyakit jantungnya kambuh hanya gara-gara dirinya. “Kamu!” Teriak Regina. Telunjuknya dengan tegas mengarah tepat di wajah Sierra. “Kamu mau bu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD