Bab 32

1146 Words

Sierra langsung melotot saat melihat Marcel melayangkan tinjunya ke wajah Lucas. Lucas terhuyung, punggungnya langsung membentur tembok koridor rumah sakit. Ia mengusap cairan merah yang keluar di sudut bibirnya dan langsung berdiri tegak. “Marcel Handara,” sapa Lucas dengan tenang, “aku bisa tuntut kamu dengan bukti CCTV rumah sakit ini. Penganiayaan.” Marcel mengepalkan tangannya, siap mendaratkan pukulannya yang kedua. “Kamu … berani-beraninya kamu sentuh istriku!” geram Marcel. Amarahnya memuncak, membuat urat di lehernya terlihat begitu tegang. “Hei! Dia itu tunanganku. Sierra, baru saja pulang setelah sekolah desain di Prancis,” sahut Lucas sembari menggelengkan kepalanya, “aku rasa kamu butuh psikiater, Marcel. Sepertinya … kematian istri kamu, benar-benar membuat … maaf, p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD