Bab 33

1084 Words

“Indira!” Sierra langsung melotot saking terkejutnya saat melihat Marcel Handara berdiri tepat di hadapannya. Ia tidak bisa lagi menghindar. Lelaki itu sudah melihat wajahnya dengan sangat jelas. Marcel menatap perempuan yang berdiri mematung di depan pintu. Bukan hanya karena detail informasi yang diberikan oleh sekretarisnya yang cocok dengan istrinya, tapi satu hal yang tak akan bisa dipungkiri oleh siapapun, tahi lalat di dagu kirinya dan juga tiga titik di lehernya. Tak mungkin tanda itu akan dengan kebetulan, sama dengan orang lain. “Kamu … bukan Sierra. Kamu Indira, istriku, kan?” Suara maskulin itu bergetar. Wajahnya yang selalu tegas dan angkuh, kini justru terlihat rapuh. Lelaki itu melangkah mendekat, tangannya terangkat hendak menyentuh perempuan di hadapannya. Tapi pere

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD