Marcel melepaskan cengkramannya saat perempuan di hadapannya tak lagi memberikan perlawanan. Napasnya memburu, jantungnya berdebar dengan cepat. Ia tak mengerti, ia merasa ada sesuatu yang hilang dari dalam dirinya. Dania terbatuk. Ia merasa sikap Marcel berubah. Lelaki yang dulu selalu memanjakannya, lembut dan penuh perhatian, bahkan mengutamakan dirinya daripada istrinya sendiri itu kini memperlakukannya dengan kasar. “Sayang, kamu … kenapa?” tanya Dania. Ia meraba lehernya yang masih terasa sakit. “Lihat aku … ini aku, Dania.” Marcel memijat pelipisnya. Ia tahu, ia tak seharusnya memperlakukan Dania seperti itu. Perempuan yang tulus mendampingi dan melayaninya walau tanpa status yang jelas itu tak pantas diperlakukan kasar. “Maaf,” ucapnya singkat. Sementara itu di tempat yan

