14. Empatbelas

1519 Words

Belum aku edit, masih banyak banget typo-nya. Cepat Agas turun dari atas gazebo, berjalan menghampiri mamanya. Cepat ia menarik tangan mama sebelum mamanya menanyakan keberadaan Milly disana. Keduanya masuk ke dalam rumah berlantai dua dihadapan Milly. Menyisakan Milly yang kini diam sendiri dalam kebingungan. Berkali Milly menoleh kearah pintu yang tertutup rapat itu. ‘Agas kenapa ya? Apa dia akan dapat masalah karna mamanya tadi liat aku yang nyuapi dia?’ batinnya bertanya. ‘Ah, tapi masa’ Cuma begitu, dia dimarahi sih?’ Memilih membawa mangkuk kotor itu kembali ke rumah yang ia tempati. Jika mengembalikan ke rumah Agas sekarang, dia belum cukup nyali. Takut juga kalau memang nanti malah akan nambahin masalah untuk Agas. Sementara di dalam rumah kecil berlantai dua itu, Agas duduk te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD