“Apa?! Menikah?!” Kedua mata Hanum melotot, seakan ingin keluar dari kelopaknya. Dia menatap anaknya yang duduk bersisihan dengan seorang cowok yang belakangan ini memang kerap mengunjungi Hellen. Wajah khas anak SMA, masih sangat imut. Ya, walau mereka sudah lulus tahun ini, tetap saja, mereka ini masih anak-anak yang umurnya ada di angka delapan belas tahun lebih beberapa bulan. Lalu menikah? Apa yang mereka pikirkan tentang pernikahan? Apa Hellen tak merasa takut dengan masalah yang mamanya hadapi ini? Di selingkuhi, lalu di poligami dan berakhir ke perceraian. Rumit bukan? “Iya, tante, saya akan menikahi Hellen.” Putra menerangkan, meyakinkan Hanum. Melihat wajah Putra yang terlalu jauh dari definisi tampan, terlebih ada anting di kupingnya dan rambutnya yang di cat merah, sediki

