68. Enampuluhdelapan

1431 Words

Dari jaman kelas sepuluh dulu, yang namanya Putra ini nggak pernah sekali pun baik ke Milly. Adanya ngusilin, julid’in, ngerjain dan termasuk ngebully. Udah satu geng kalau sama Hellen. Mengingat kejadian dulu, saat dia hampir di lecehkan oleh Putra, ada rasa takut yang melingkupi hati. Kedua mata Milly langsung beralih tatap, menarik lengan Emi untuk kembali melanjutkan langkah. “Mill, dia siapa?” tanya Emi, lirih. Terdengar sentaan nafas dari Milly, sedikit kasar. “Dia dulu sekolah di Taruna.” “Oh, temen lo pas di Taruna.” “Bukan, bukan ….” Kepala Milly menggeleng. “Bukan temen, tapi kita emang satu angkatan.” Satu alis Emi terangkat. “Dia mantan lo?” tebaknya yang langsung dapat tabokan dari Milly. “Amit-amit!” Emi hanya tertawa melihat Milly yang jadi ngomel. Tak menyapa, hanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD