Menyandarkan tubuh di ambang pintu, tangannya terlipat di bawah d**a. Diam menatap gadis manis yang menunduk dengan bahu bergetar. Sampai beberapa menit, Milly belum juga menyadari kebaradaannya. ‘Ini dia nangisin apa lagi sih?’ batinnya bertanya. “Keju!” teriak Milly dengan begitu terkejut. Tangan yang satu mulai bergerak, mengelus dadaa yang jadi berdebar. Tangan yang lain sibuk mengusap ingus dan kedua mata yang basah. Melirik Agas yang tetap berdiri tanpa ekspresi, wajahnya selalu sama, dingin dan hanya diam begitu. Bibirnya sedikit mengerucut, melengkung ke bawah, menciptakan bulan sabit yang begitu jelek. “Ngapain disitu? Keluar sana!” usirnya, judes, kesel dan tentu cemburu. Satu alis Agas terangkat, ngerasa ada yang aneh sama istrinya. Hanya menghela nafas, lalu memasukkan ke

