Kedua mata besar itu berkedip pelan. Tatapan cinta, sayang dan sangat peduli. Melihat kedua mata Milly yang sudah terpejam, di tambah kedua tangan yang menarik jaketnya. Membuat tubuh mereka lebih dekat lagi, hampir mepet tanpa jarak. Sama seperti bibir yang sudah menyatu. Kali ini Agas memilih diam, membiarkan Milly memulai. Melumat bibir bawahnya dengan pelan, terasa sangat menikmati. Kedua tangan Agas yang membingkai wajah Milly mulai bergerak. Satu tangan menelusup ke leher belakang, menekan tengkuk Milly. Meminta gadisnya untuk menciumnya lebih dalam lagi. Hangat, pedas manis rasa barbeque yang memang enak. Tak tahan dengan bibir mungil yang beberapa kali hanya menyesap bibir bawah dan atasnya bergantian, Agas mengambil alih. Dia gantian melumat bibir Milly, memasukkan lidah, menca

