Bab 103

1401 Words

Asia menuruni tangga. Ketika sampai di lantai satu, kepalanya menoleh ke sekitar, mencari sosok Shankara. Lalu ia mendapati Shankara berada di ruang makan. Dengan helaan napas dalam dan langkah pelan, Asia berjalan mendekat ke arah di mana Shankara berada. “Pak Shan,” panggil Asia hati-hati. Shankara yang mendengar namanya dipanggil sontak mengangkat kepala, menatap ke arah Asia. “Oh, Asia,” balasnya dengan ekspresi agak terkejut. “Bagaimana keadaan Lavanya? Dia masih menangis?” tanyanya khawatir. “Lavanya udah tidur, Pak,” kata Asia. “Ditemenin sama Bibi,” tambahnya. Tadi Lavanya sempat menangis histeris sambil memeluk Asia. Gadis kecil itu menolak berbicara ataupun melihat sosok Shankara yang tentu saja membuat ekspresi wajah Shankara menjadi sedih. Asia sampai tidak tega melihatn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD