“Kenapa gue harus ikut menguntit Asia, sih?” tanya Rasya berbisik. Pria itu duduk di samping kanan Shankara. “Siapa yang menguntit?” balas Shankara. “Gue kan hanya ngajakin lo makan.” Shankara menunjuk soto di depan Rasya. “Bukannya lo tadi bilang kalau lapar?” “Ya kan lo bisa ngajak makan di luar, bukan makan di belakang Asia kayak penguntit gini,” ucap Rasya. “Gue bukan penguntit.” Rasya hanya memutar bola matanya dengan bosan mendengar jawaban dari Shankara. Well, sebenarnya Shankara hanya ingin memastikan jika Asia makan siang di kantin bersama dengan Kalila, temannya, bukan dengan Farez. Shankara benar-benar merasa tidak tenang membayangkan kedekatan mereka berdua. Rasanya Shankara ingin memisahkan mereka berdua, entah bagaimana caranya, tapi Shankara sadar diri jika dirinya b

