"Pa, pokoknya jangan nanya aneh-aneh," kata Asia memperingatkan papanya. "Pak..., maksudku Mas Shan orangnya baik, pengertian, nggak pernah aneh-aneh. Jadi, papa nggak boleh rese." "Lihat aja nanti," balas Papa Asia dengan enteng. "Papa," rengek Asia. "Jangan jadi penghalang hubungan kami. Please." Papanya Asia mendengus sambil melirik putrinya dengan ekspresi jengkel. "Ya kamu, bisa-bisanya pacaran sama dosen yang udah punya anak! Sama-sama dosen kan mending sama Farez. Masih single. Orang tuanya jelas. Keluarganya juga papa kenal. Jelas semuanya." "Papa!" tegur Asia ikut merasa jengkel. "Papa juga punya anak. Kalau ada wanita yang deket sama Papa, terus Papa denger wanita itu ngomong kayak gitu, apa Papa nggak akan sakit hati?" Asia mendengus. "Asia kan udah cerita, Lavanya itu sebe

