Gawat, kamu marah. Sebelumnya, bagaimana caraku mengatasimu yang seperti itu? . . "Kara, kamu beneran nggak suka sama abang? Dia ganteng, lho." Dulu. Zaman SMP, Niskala bertanya begitu. "Dan kayaknya abang suka sama kamu, Ra." Dikara membuka halaman buku berikutnya. "Kalau kamu suka, buatmu saja, Nis." "Ish, kamu! Nggak boleh gitu, tau. Lagian abang, kan, sukanya sama kamu ...." "Coba kalau sama kamu, ya, Nis?" timpal Dikara. "Kamu sendiri kenapa nggak suka abang, Ra? Padahal ganteng, iya. Baik, iya. Banget malah. Perhatian ... pinter juga, lho, abang." "Kamu sangat menyukainya, ya, Nis?" Dikara buka lagi halaman selanjutnya. Soalnya ini bukan kali pertama Niskala membahasnya. Di ruang baca Pipi Wili. Niskala tengkurap di sofa menghadap buku yang dia letakkan, tetapi tatapanny