43. Bermain Peran

1406 Words

Dua Minggu berlalu, Agastya menghadapi sidang gugatan perceraian dari Marisa. Agastya hadir di sana dengan ditemani kuasa hukumnya, sedangkan Marisa tidak hadir dan yang datang hanya diwakili oleh kuasa hukumnya saja. Sidang tersebut tertutup untuk umum, hanya dihadiri oleh pihak yang bersangkutan saja. Dalam sidang tersebut pun tidak ada kendala apapun karena Agastya mengabulkan semua tuntutan Marisa yang meminta hak asuh anak, pembagian harta gono-gini yang mereka miliki. “Dengan segala hormat, izinkan saya selaku pihak tergugat ingin menyampaikan pernyataan dalam persidangan ini.” “Ya, silakan saudara Agastya.” Majelis hakim menggerakkan satu tangannya, mempersilakan Agastya untuk menyampaikan pernyataan. “Terima kasih, Majelis Hakim yang Terhormat.” Agastya memegang lembaran ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD