Agastya melangkah cepat menuju unit apartemen yang dihuni oleh Aleena. Dia diberi kabar jika kedua orang suruhannya berhasil menemukan Bayu, tanpa Aleena. Agastya masuk begitu saja saat tiba di depan unit apartemen dan suasana di ruangan itu cukup menegangkan, karena Bayu yang tampak berlutut dengan kedua tangan yang terikat di belakang. Tio dan Jaya segera berdiri dari duduknya begitu menyadari bos mereka muncul di sana. “Di mana Aleena?” tanyanya tanpa basa-basi pada Bayu. “Kemarin dia memang bersama saya, Pak. Tapi, entah malam atau subuh tadi dia sudah tidak ada di rumah say—” Bugh! Bugh! Agastya meninju wajah Bayu dengan sangat keras. Bukan hanya satu kali, tapi dua kali sehingga bibir pria itu berdarah begitu juga dengan rahangnya yang hampir retak. “Kamu bukan hanya melakuk