Zee menatap setiap gerik yang diciptakan Quin, ya agak aneh memang. Quin memegang belakang kepalanya, tampak agak kesusahan melepaskan sesuatu di belakang sana. "Ini." Ucapnya, kini ditangannya terdapat sebaris hair clip ombre merah. Zee menyeritkan alisnya bingung, apa maksud dari semua ini. "Apa?"Tanyanya. "Gue Kiesza." Baru setelah itu Zee menyadari semuanya, apa yang ingin Quin bicarakan tadi. "Ga ga mungkin. Pasti gue cuma salah kamar, iyakan? Quin pasti dikamar sebelah?iya?jawab Ras!!" Ucap Zee dengan nada membentak. Seolah tak mau kalah, Kiesza balik membentak Zee dengan suara yang tak kalah tinggi. "Lo ga salah kamar Zee, ini gue. Quin itu gue, dan gue itu Kiesza!!" Tatapan dan mimik Zee langsung berubah menjadi sangat datar. "Atas dasar apa lo bohongin gue, hah!!"Ucapny

