Heningnya malam dengan hujan deras terkikis oleh deru tujuh motor yang saling mengadu kecepatan, di tengah padatnya lalu lintas. Ke tujuhnya sama fokusnya, karena sedikit pun motornya oleng. Tamat sudah riwayatnya. Memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan, apalagi bagi seorang wanita seperti Quin. Tapi bagaimana lagi, ini sudah menjadi belahan hidupnya. "Gue bisa, gue bisa." Quin merapalkan mantra penyemangatnya seraya kembali menarik gasnya dalam- dalam. Dengan lincahnya Quin mengarahkan motornya ditengah padatnya lalu lintas kota, tikung sana tikung sini, salip sana salip sini. Yang penting ga nikung temen. Fikirnya. "Oh shit...." Umpatnya ketika menarik rem motornya tajam, karena di depannya terdapat truk besar yang berjalan amat lamban. Ketika itu juga empat motor lainnya yan

