Akash dan Puja sudah memakai peralatan untuk bermain ice skating. Akash bahkan sudah berdiri dan bersiap untuk meluncut. Namun, Puja masih memilih duduk di sisi area, yang membuat Akash kebingungan. “Hei, kenapa malah duduk gitu? Mana diam sama bengong lagi?” ucap Akash. Namun, Puja hanya meliriknya, dan masih diam tidak menjawab apa pun. “Puja, kamu sakit?” tanya Akash yang melihat Puja diam saja. Puja hanya menggelengkan kepalanya pelan. “Terus kenapa diam saja? Jangan bilang kamu kesambet lagi, Puja?” cebik Akash. “Sa—saya ....” Ucapan Puja berhenti, tidak tahu harus menjawab jujur atau bagaimana. “Kenapa, Puja?” “Saya tidak bisa main ice skating, Pak?” jawabnya lirih dengan tatapan polos ke arah Akash. “Hah?” Akash melotot, tidak percaya dengan ucapan Puja. Dia mendengar Puja

