Dua Puluh Lima - Jangan Meremehkan Aku

1805 Words

Puja semakin panik. Akash masih belum membuka matanya, apalagi suhu tubuhnya tinggi. Puja tidak tahu harus bagaimana. Dia mencoba terus membangunkan Akash. “Pak Akash! Bagun dong? Buka matanya. Bapak masih hidup, kan? Kalau masih hidup jawab saya dong, Pak?” Ucap Puja, tapi tidak ada jawaban dari Akash sama sekali. “Pak, jangan mati di sini dong? Nanti saya yang dituduh membunuh bapak lagi?” ucap Puja semakin ngelantur. “Sssttt .... Bawel banget kamu ini! Kamu nyumpahin aku mati? Lalu kamu bisa seenaknya menguasai perusahaan saya ini?” Gerutu Akash dengan nada lemah. Sebetulnya Akash sudah bangun, tadi dia enggan membuka matanya, karena dia merasa pusing, dan kepalanya sangat sakit. “Salah sendiri dipanggilin gak nyahut! Ya saya kira bapak matilah!” ucap Puja kesal. Akash membuka per

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD