Reya sudah selesai, tapi ia masih terpaku di kamar mandi. Ini memang akan terjadi padanya cepat atau lambat. Apalagi ia sudah menanda tangani perjanjian. "Rey belum selesai?* Suara Barat terdengar. Reya berjalan keluar dengan canggung. Dia berdiri di depan Bart terlihat kaku dan takut. Barat menepuk bagian tempat tidur, tepat di sebelahnya. Reya duduk di sana. Barat menatap Reya, tatapan polos dan lugu itu benar-benar membuat dia b*******h. Lalu barat berikan dua kecupan. Pelan. Penuh jeda. Seolah Barat sedang menilai sejauh mana gadis di hadapannya bisa bertahan pada permainan yang baru saja dimulai. Bibirnya kembali menemukan bibir Reya, kali ini lebih lama. Reya mematung, tidak tahu harus bagaimana. Segalanya terlalu cepat. Terlalu asing. Tapi dia tidak menolak. Karena ini adalah

