Akhirnya aku pulang bareng Rama. Pria itu membawa mobil kolbak. Dia juga tidak sendiri. Ada dua pegawainya yang mengangkut sayuran. "Kamu mau ikut sama saya naik mobil?" tanya Rama setelah semua barang selesai naik ke mobil. "Saya bawa motor, Bang." "Ya gak apa-apa. Biar Juned yang bawa motor kamu." "Gak apa, Bang. Saya bawa motor saya aja." "Sesil, jalan ke sini lumayan agak curam. Saya takut kamu kenapa-napa. Ikut di mobil saja ya?" "Haduh, jadi ngerepotin ini." "Enggak kok, kamu kan sudah jadi karyawan saya. Jadi keselamatan kamu tanggung jawab saya." Rama tersenyum hangat. Aku hanya mengangkat bahu. Apa boleh buat kalau dipaksa. Lagi pula apa yang dikatakan Rama memang benar. Jalan menuju bukit ini cukup curam. Tadi saja saat aku mengikuti mobilnya Handi sedikit agak kerepotan

