Wajah Reza berubah saat mendengar penjelasan bahwa aku mulai kerja di rumah makan milik Rama. Tadi juga dia membuatku bingung. Ujian kedua katanya? Apaan dah, siapa juga yang mau buat dia cemburu ya kan? Eh tapi tunggu! Apa Reza cemburu pada Rama? Aish, kenapa aku baru sadar ya? Aku juga ingat dulu Reza sangat marah saat aku belajar masak dengan Rama. Kalau begini sih bahkan aku akan makin rajin bekerja. Terserah Reza akan cemburu atau tidak. Toh tetap saja kan rumah tangga kami belum ada kemajuan. Pagi ini aku sudah bangun. Begini ternyata rasanya hari pertama kerja. Cukup bersemangat. Ekor mataku melirik ke ranjang milik Reza. Pria itu masih tertidur. Tumben, padahal ini sudah jam lima lebih. "Kamu mau kemana?" Reza membuka matanya saat aku turun dari ranjangku. "Anda kan tahu,

