Kabur!

1055 Words

Reza tersenyum lebar saat aku menuruti kemauannya. Gila nih orang, bisa-bisanya pura-pura sakit dan menghilangkan kunci kamar. "Ini makanlah!" ucapku ketus. Aku buatkan omelet untuknya. "Kenapa masak omelet?" tanyanya dengan bibir sedikit mengerucut. "Anda tahu sendiri aku gak pandai masak. Hanya itu yang sudah terampil kupelajari." Sudah nyuruh, protes lagi. Untung ganteng dan banyak duit. Eman-eman kalau ditabok. "Tapi omelet kan si Rama yang mengajarkan." "Terus kenapa kalau Rama?" "Aku tidak suka." Reza memasang wajah kesal. "Anda cemburu ya?" Aku menggodanya. "Tidak sama sekali." Lah, malah pasang muka tembok lagi. Aku memutar bola mataku, "Ya sudah makan saja. Lagi pula, Bang Rama tidak ada kaitannya dengan omelet ini." "Baiklah, tapi ...." "Makan gak? Kalau enggak, aku h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD