Bab 28

1028 Words

Dua hari kemudian. “Huekk..” “Huekk..” Pagi ini perut Callista terasa begitu mual, bahkan ia bolak-balik kamar mandi hanya untuk memuntahkan isi perutnya. Ia hanya memuntahkan cairan bening karena perutnya belum terisi makanan apapun. “Huhh..” “Kenapa perutku mual sekali pagi ini?” lirihnya “Jangan nakal, ya! Mama sekarang lagi ada di kantor.” ucap Callista sembari mengelus perut “Callista!” panggil Deva secara tiba-tiba, hal itu membuat Callista terlonjak kaget. “Astaga,” “Huhh.. Pak Deva!” lirihnya “Maaf, saya tidak bermaksud membuat kamu terkejut.” Callista tersenyum canggung. Ia juga tahu akan hal itu. Karena panik membuat Callista terkejut. “Kamu kenapa? Kata anak-anak kamu bolak-balik ke kamar mandi. Kamu sakit?” tanya Deva “—“ Callista terdiam memikirkan jawa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD