Bab 22

1200 Words

Malam harinya Ceklek Reynand membuka pintu lalu melangkah menuju anak tangga yang terhubung dengan kamarnya. “Reynand!” panggil Pradibta dengan suara dingin Reynand berhenti melangkah ketika mendengar suara Ayahnya. Ia berbalik badan dan ternyata ada kedua Orang Tuanya yang sedang duduk di sofa. “Papa sama Mama belum tidur?!” “Papa dan Mama sengaja menunggu kepulanganmu.” Reynand menaikkan sebelah alisnya bertanya. Tumben sekali kedua Orang Tuanya menunggunya pulang! “Tumben? Ada apa?” “Sini duduk! Papa dan Mama mau bicara!” Reynand melangkah menuju sofa lalu duduk di hadapan kedua Orang Tuanya. Wajah Pradibta dan Luna terlihat dingin seolah ada sesuatu hal serius yang ingin mereka bicarakan. “Papa dan Mama mau bicara soal apa?” “Kamu apakan Azalea?” tanya Luna Reynand me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD