“Astagaa, kepalaku terasa begitu berat.” gumam Callista Sejak tadi Callista memegangi kepalanya yang terasa pening. Ia ingin izin pulang tapi sayang gajinya akan dipotong. Dalam waktu dekat Callista ingin meninggalkan Kota ini, karena hal itu ia membutuhkan uang yang cukup untuk biaya sampai lahiran. “Callista!” panggil rekan kerjanya “I-iya!” “Callista, kamu sakit? Wajah kamu pucat banget.” Callista tersenyum kecil. “Nggak papa kok. Biasa, hanya pusing sedikit.” “Yakin? Aku antar periksa, yuk!” “Nggak usah. Aku nggak papa kok.” jawabnya sembari tersenyum seolah ia memang baik-baik saja. “Oh ya, kamu butuh apa ke ruangan aku? Ada yang bisa aku bantu?” Rekan kerja Callista merasa segan ketika ingin meminta bantuan. Wajah pucat Callista membuatnya tidak tega. “Em.. nggak ja

