Callista tidak memiliki jalan selain pasrah. Jika ia terus memberontak Reynand akan semakin berbuat kasar padanya. Callista benar-benar pasrah di bawah tubuh Reynand. Kesunyian malam telah menjadi saksi keduanya memadu kasih. Malam panjang yang akan merubah segalanya. Dan… Brugh Reynand menjatuhkan tubuhnya di samping Callista. Ia merasa puas dengan perbuatannya. Setelah puas ia mengajak Callista untuk istirahat. Reynand memeluk Callista seolah wanita itu adalah istrinya. Pelukannya terasa begitu lekat dan hangat seolah ia mencintai Callista. “Istirahat, sudah malam!” bisik Reynand “Hikss..” Callista menangis dalam diam. Betapa jahatnya Reynand. Callista merasa seperti tidak ada harga dirinya lagi. “Laki-laki b******k!” “Aku benar-benar menyesal bertemu laki-laki sepertimu.” uj

