Bab 12

2481 Words

Vania menepis tangan Hendro dengan gerakan cepat dan tegas. Wajahnya mengeras, sorot matanya dingin, jauh berbeda dari gadis yang biasanya hanya menunduk dan diam. Hendro justru semakin tertawa, seolah sikap tak suka Vania adalah hiburan tersendiri baginya. Tubuhnya disandarkan ke meja kantin dengan santai, seakan tak peduli dengan pandangan mahasiswa lain yang mulai melirik ke arah mereka. “Galak sekali. Aku hanya bercanda,” ucap Hendro ringan, namun nada suaranya jelas penuh kepercayaan diri berlebihan. Jelita yang sejak tadi diam, langsung berdiri dan menatap Hendro dengan wajah tak suka. Tangannya menggenggam nampan sarapan mereka lebih erat. Ia tak menyukai cara Hendro memperlakukan Vania, apalagi dengan reputasi senior itu yang memang terkenal suka berganti pasangan. “Mas, tolong

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD