Bab 29

1003 Words

Jevan berdiri kaku di ruang tengah, rahangnya mengeras, napasnya tertahan ketika Mira masih berdiri di hadapannya dengan pakaian terbuka itu, seolah sengaja menantang. Tatapan Jevan sama sekali tidak lembut. Tidak ada keinginan. Tidak ada ketertarikan. Hanya lelah dan muak. “Pakai pakaian yang pantas,” suara Jevan rendah tapi tegas. “Ini rumahku.” Mira tertawa kecil, sengaja mendekat selangkah, tangannya masih melingkar di lengan Jevan seolah tidak mendengar peringatan barusan. “Kenapa marah? Bukannya kamu suka aku seperti ini?” ucapnya manja. “Lagipula di rumah sendiri, siapa yang mau lihat?” Jevan langsung menarik lengannya kasar dari pelukan itu. “Aku tidak pernah bilang aku suka,” potong Jevan dingin. “Dan jangan sentuh aku seperti itu lagi.” Mira tertegun. Senyum di wajahnya per

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD