Pagi ini tiba-tiba suasana rumah Jevan terasa berbeda. Matahari baru saja naik sempurna ketika suara bel rumah berbunyi nyaring, memecah kesunyian yang sejak tadi menyelimuti ruang tengah. Jevan yang sedang duduk dengan secangkir kopi menoleh cepat ke arah pintu, dahi sedikit berkerut karena tidak ada jadwal tamu pagi ini. “Siapa pagi-pagi begini?” gumamnya pelan. Langkah kakinya terdengar mantap saat ia membuka pintu. Di sana berdiri dua orang anak muda, satu lelaki dan satu perempuan. Lelaki itu tersenyum sopan, tubuhnya tinggi dengan ransel tersampir di satu bahu. Matanya langsung menatap ke dalam rumah, seolah mencari seseorang. “Selamat pagi, Om,” sapa lelaki itu ramah. “Kami teman kampusnya Vania dan Jelita. Saya Devan, ini teman saya, Rara. Kami mau menjemput Vania.” Nama itu me

