Vania duduk di kursinya, deretan tengah dekat jendela. Cahaya siang masuk miring, membuat papan tulis terlihat sedikit silau. Dosen di depan sedang menjelaskan materi dengan suara datar, sesekalki menulis poin penting, sesekali bertanya tanpa benar-benar menunggu jawaban. Suasana kelas cukup tenang, hanya ada suara halaman buku dibalik dan ketukan pena di meja. Vania berusaha fokus. Ia menatap slide presentasi, mencatat beberapa poin penting di bukunya. Tapi pikirannya tidak sepenuhnya berada di ruangan itu. Sejak pagi, ada perasaan ganjil yang belum juga hilang. Seperti menunggu sesuatu, tanpa tahu apa. Ponselnya yang terletak di samping buku tiba-tiba bergetar pelan. Sekali. Lalu berhenti. Vania refleks melirik layar, niatnya hanya memastikan tidak ada yang penting. Tapi begitu nama i

