Bab 26

990 Words

Jevan berdiri di ruang keluarga dengan pakaian olahraga yang sudah rapi. Kaos gelap menempel di tubuhnya, sepatu masih belum terpasang sempurna. Tangannya memegang botol minum, tapi matanya sejak tadi hanya tertuju ke arah tangga. Vania turun dengan langkah pelan. Bukan seperti biasanya. Tidak ada senyum ceria. Tidak ada suara ringan. Rambutnya diikat sederhana, wajahnya nyaris tanpa riasan, pakaiannya longgar dan tertutup. Dia tidak menatap Jevan, hanya berjalan lurus menuju dapur seolah lelaki itu tidak ada di sana. Jevan langsung merasa ada yang salah. “Vania.” Langkah gadis itu terhenti sesaat, lalu lanjut lagi. “Vania,” panggil Jevan lebih tegas. Vania berhenti. Dia menghela napas pelan sebelum berbalik. “Iya, Pa?” Nada itu. Datar. Jauh. Tidak hangat seperti biasanya. Jevan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD