Radi menatap Pras yang terkapar dengan tatapan dingin. Setelah itu, dia berjalan keluar dari area pertarungan. Sama sekali tidak berniat untuk menolong lawan tempurnya itu. Setelah Radi turun dari area, wasit yang linglung akhirnya mendapatkan kembali kesadarannya. Wasit itu sangat tahu tentang kekuatan Pras. Meski bukan yang terbaik, tapi dia merupakan lima besar petarung top universitas. Dia tidak menyangka bahwa lelaki sekurus Radi bisa menjatuhkan Pras dengan sekali pukulan. "Di mana Aira?" Radi menatap sekeliling dengan tatapan dingin. Dia sama sekali tidak memperhatikan mahasiswa yang ada di sekelilingnya. Namun, meskipun tatapan itu tidak ditunjukkan untuk mereka, para mahasiswa itu merasakan kakinya berubah menjadi jelly. Ada beberapa mahasiswa yang bahkan jatuh terduduk. Juga a