Matahari siang menyengat menembus kaca jendela besar mansion keluarga Alister, namun suasana di dalam ruangan jauh lebih panas. Nadira berdiri dengan tangan bersedekap, dadanya kembang kempis menahan luapan kedengkian. Di sudut ruang bermain, ia menyaksikan pemandangan yang membakar matanya. Kai, putra kandungnya yang biasanya sulit diatur, tengah tertawa lepas sambil menyusun alfabet bersama Alya. Sejak pagi, Alya telah mencuri panggung. Ia bukan sekadar pengasuh, ia adalah pusat gravitasi baru di rumah ini. Wangi kue kering mentega yang baru matang memenuhi udara. Kue berbentuk huruf yang dibuat khusus untuk Kai. Axton, yang biasanya dingin dan kaku, bahkan sempat singgah dan memberikan senyum langka sambil memuji ketelatenan Alya. Setelah Kai terlelap untuk tidur siang, Nadira menyer

