Godaan Disengaja

1326 Words

Di kamar rumah sakit yang tenang, hanya suara mesin monitor yang berdenting pelan menjadi musik latar. "Kakak, kenapa semua orang suka marah-marah dan memukul? Aku takut!" Suara kecil Kai memecah keheningan, menusuk hati Alya. Alya memeluknya dengan erat dan penuh kasih sayang setelah selesai membersihkannya. Bau tak sedap telah berganti wangi bedak bayi. Pelukan Alya adalah satu-satunya tempat aman bagi Kai di tengah kekacauan itu. Anak itu kini berada di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter sudah menjelaskan bahwa tidak ada tanda-tanda alergi atau keracunan. Kai hanya mengalami diare ringan karena mungkin salah makan atau kelelahan, dan terus ingin buang air besar. Axton menatap mereka dari ambang pintu kamar rawat inap, mendengar setiap kata-kata polos putranya. Wajahn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD