“Di mana pria itu?” tanya Ishan dengan mata yang masih menyelidik. Tentu saja Zavia semakin kebingungan dengan maksud pria asing tersebut. Selama dia tinggal di rumah ini hanya berdua dengan Iresh saja. Namun, sekarang bagaimana bisa pria asing itu mencari keberadaan seorang pria di rumah kontrakannya. “Laki-laki yang mana? Di sini nggak ada laki-laki karena cuma aku dan Iresh aja yang tinggal di sini,” balas Zavia masih dengan mengerutkan dahinya. Mana mungkin ada laki-laki yang tinggal bersama dengan mereka, yang ada dia dan Iresh malah akan disuruh pulang secara paksa oleh orang tuanya. Ya … karena dia merupakan gadis yatim piatu sejak remaja, akhirnya dia menganggap kedua orang tua Iresh sebagai orang tuanya juga. Ishan mendengarkan perkataan Zavia langsung mengarahkan pandanga

